Lalu
style pendandanan rumah sudah ditentukanSo, what's next??
Hayoo..coba dipikirkan apalagi step berikut yang menguras kantong yang wajib dilakukan buat pasangan-pasangan muda (yang kere) terhadap rumah mereka (yang super miniatur itu) biar nyaman ditempatin dan kece??
Betul sekali sodara-sodara...
Step berikut adalah : MENGISI RUMAH!
Dan percayalah, itu tidak lebih murah daripada membayar DP rumah *isakan kecil mulai terdengar*
Oleh karena itu, semenjak rencana membeli rumah, gw dan Okky sudah memasang mata tajam terhadap barang-barang potensial (untuk di embat) di rumah masing-masing hihi...
Terinspirasi dengan beberapa design blog sebagaimana tercantum disebelah kanan blog kami (ter-formil 2010), maka kami memutuskan untuk berpikir kreatif keras untuk me-make over barang-barang yang (nampaknya) sudah tidak terpakai di rumah masing-masing untuk dipakai ngisi rumah baru kita hoho...
Jadi setiap ke Pejaten/Joglo, pasti salah satu ada yang bengong tiba-tiba sambil memperhatikan keadaan sekeliling dan langsung bisik-bisik "beib, kalo itu bisa di embat gak ya?"
Kebetulan sekali, beberapa bulan lalu, keluarga gue ada "musibah kecil". Jadi kita punya semacam tempat di Puncak yang kita sebut Saung, bukan villa ya, kekecilan itu mah kalo buat vila. Terus singkat kata, saung gue dan beberapa vila di sekitarnya "berantem" dengan salah satu ex-mentri yang mengklaim kalo tanah itu punya dia. Udah sampe tahap banding dan kasasi segala, akhirnya kalah juga 
Jadi, beberapa bulan yang lalu, vila-vila disana disuruh dibongkar, termasuk Saung mungil kami. Untungnya barang-barang kita juga sederhana aja, jadi ga sakit hati amat, yang kasian tetangga gue, udah pake kolam renang mewah segala, eh harus dibongkar juga. Padahal si Okky aja belum pernah main kesana loh (ke Saung ya, bukan villa tetangga mewah). Anyhoo...akhirnya segala furniture dibawa lah itu ke Pejaten, dan mulai memenuhi garasi di belakang. Nyokap gue bingung mau digimanain. Kakak gue juga nyesel baru aja selesai ngisi rumahnya, tau gitu gratisan.
So, enter moi!
Aku si gadis wanita Padang pelit yang banyak mau nya.. Dengan kritis dan memicingkan mata mencari-cari barang yang cocok dengan selera dan berpotensi untuk di make over. Nyokap gue sampe gerah "ya ampun udah gratis, ambil aja sana...bawel deh..." hahaha.. 
Tapi secara gambaran, selera ku lebih mengikuti sang Ayah (memilih menghabiskan 1jt untuk satu barang yang bener-bener bagus) sedangkan kakak dan adek gue mengikuti selera nyokap (memilih menghabiskan 1jt untuk beli banyak barang tapi cepet rusak).
Nah, si furniture itu kebetulan selera nyokap 
Akhirnya, berhasil kudapat tempat tidur single (untuk kamar tamu), kursi rotan (untuk teras belakang) dan kursi tamu (untuk teras depan) haha...Terus tambahannya, ada meja makan yang berbentuk bunder klasik yang udah ga kepake. Meja makan dari jaman gue umur 5 taun nih, tapi masih bagus hehe...
Nah, perburuan berikutnya di rumah Okita. Jadi di rumah Okky itu ada rumah punya nenek nya yang terpisah dari rumah utama, yang kebetulan cuma ditempatin tukang dan banyak barang-barang peninggalan. Akhirnya, kami menemukan cabinet antik (yang menurut mama nya Okky udah ada dari dia kecil) sama sepasang kursi besi ukir mungil plus kaca rias klasik yang bakal kita jadiin kursi ruang tamu. Karena rencana nya kita ga mau ada ruang tamu formal, jadi lebih semacam foyer aja hehehe...Pencurian Pengembatan yang cukup sukses, we can say
Jadi jika bisa di list, maka yang furniture-furniture utama yang harusnya tersedia di rumah adalah:
1. Tempat tidur utama
2. Lemari
3.
4.
5. Sofa
6.
7.
8.
9.
10. Meja rias
Haduh, yang tersisa malah yang mahal-mahal yak? hihihi... *keluh*
2 Letters:
hehehe ok banget tuh kalo bisa dapet yang gratis kenapa harus beli.. ya gak.. :D
puas2in nyari di ikea dah... yang bisa dibawa ke jkt... :)
hihi betul sekali bung Arman! haha..
iya, dari kmrn nyicil Ikea mulu, sampe di judge sama penumpang pesawat lain gara2 gw ngaku balik for good, sebagai orang yang tak mau rugi membawa pulang furniture2 murce hihi..
Post a Comment